Pages

Jumat, 06 Agustus 2010

Wisata Kuliner: Ke Dapur Desa


Dapur Desa, itulah tujuan wisata kuliner saya dan temen2 halaqah pekan kemarin. Yach . . . refreshing, sembari memperkuat ukhuwah di antara kami.

Dapur Desa merupakan sebuah tempat makan berkonsep tradisional yang baru satu tahunan berdiri. Bertempat di Jalan raya Takeran, deketnya POM Bensin. Walaupun udah satu tahunan berdiri, sebelumnya saya belum pernah mencoba makan disitu. Sampai pada akhirnya tercetuslah ide dari Murobbi untuk wisata kuliner di tempat itu.

Ternyata tidak mengecewakan, tempatnya enak dan luas. Lebih dari semua itu makanannya mantap.

Banyak menu makanan dan minuman yang ditawarkan. Harganya pun sangat terjangkau.

Pada saat wisata kuliner dengan teman2 satu genk tersebut, saya memilih nila bakar . . . nilanya tidak besar, tanggung saja. Di bakar matang merata dengan campuran bumbu yang manis gurih. Sambalnya pun enak, pedasnya pas…tidak merusak rasa. Beberapa akhwat memilih menu ayam bakar, menurut komentar mereka, ayam bakarnya pun bisa diacungi jempol.

Saat sedang makan di Dapur Desa, saya SMS suami, yang kebetulan sedang ada di rumah “Bi tempat makannya enak lho, makanannya juga mantap. Mau coba gak?”.

Tanpa menunggu lama ada balasan dari abi, pasti donk Mi. Hehehe . . .

Walhasil saat menjemput saya, kita masuk ke Dapur Desa lagi. Kini giliran abi yang makan, saya hanya menemani. Pilihan abi sama dengan saya, Nila bakar. Tapi dia ingin mencoba cah kangkung ayam juga. Tidak perlu menunggu lama. Nila Bakar, Nasi, dan Cah Kangkung Ayam siap untuk dinikmati . . . .


pesanan abi


“Mantap Mi” komentar abi disela-sela kesibukannya menghabiskan nila bakar. Wah layak diulang neh . . .

Bicara tentang tempat, juga sangat menyenangkan. Luas dan tidak panas. Sirkulasi udaranya bagus. Untuk tempat makannya sendiri terdiri dari 3 versi. Versi bale-bale, meja lengkap dengan kursinya, dan lesehan luas yang cocok juga untuk sekalian rapat atau perpisahan. Menariknya juga, tempat makan ini menyediakan proyektor dan layar yang siap untuk digunakan. Jadi memang didesain untuk rapat atau syuro, atau semacam diklat dengan skala kecil begitu . . .

Tempat makan bale-bale . . .


dilengkapi dengan proyektor dan screennya . . .

Yup! Finally . . . wisata kuliner, makan bersama di luar, dengan orang tercinta, teman dekat, rekan kerja akan memberikan suasana baru dan rasa baru akan jalinan yang telah ada . . . semacam chemistry yang menggetarkan hati ^^

7 komentar:

  1. wah abi pengen makan disitu lagi mi...
    bener bener enaaaakkkkk....

    BalasHapus
  2. yup ntar habis lebaran disempatkan ke sana lagi , , ,

    BalasHapus
  3. Wah,kapan2 ana tak yo nyoba pacaran dsitu sm suami wis..hehe.Nek ga asli mantap titenono..ehm,yo opo nek triple date neng dapur desa,ntar sing nraktir bu guru..setuju?! :D

    BalasHapus
  4. @ Bu Erra

    Yup monggo di coba sama pak dokter . . .

    Wah bu guru kok nraktir pak bu dokter , , , ntar nek kualat . . . bagusnya pak dokter yang nraktir . . . hehehe

    BalasHapus
  5. hmm ...... dadi kangen Magetan nih. ketoke kok maknyus tenan. Matur nuwun share-nya. salam kenal .........

    BalasHapus
  6. Jl Raya takeran itu sebelah mana ya?
    dari tugu gorang-gareng itu kemana?
    pengen nyoba juga uey.. :p

    BalasHapus
  7. @ aldian

    dr tugu gorang-gareng ke timur lurus jalan ke madiun. Masih sekitar 7km dr gorang-gareng.

    BalasHapus